Kamis, 09 Maret 2017

Kisah Sahabat

GetirGamangBimbang 
(Ucapan Terima Kasih Untuk Seseorang^-^)

Terima kasih telah membuatku pernah merasakan indahnya saat-saat bersamamu. Sebentar memang, tapi rasanya akan selamanya teringat seperti baru kemarin sore. 

Terima kasih telah membuatku ingat bahwa harapan itu akan menjadi nyata di saat-saat yang tak terduga. 

Aku takkan melupakan saat itu. Saat aku sedang mengerutkan kening untuk mengerjakan tugas yang menumpuk. Dan kau, orang yang tak pernah membuatku berpikir bahwa aku adalah perempuan pertama yang kau ajak ke suatu tempat. Tapi, kau malah melakukannya. 

Kau menjemputku, tanpa ekspresi apapun. Dan tahukah kau, betapa hatiku nyaris meledak mengetahui kau benar-benar mengajakku. Aku? Hanya berdua denganmu? Aku merasa bagai seseorang yang paling beruntung di dunia. 

Dan perjalanan panjang yang kita tempuh tanpa kata membuatku semakin berdebar. Rasanya seperti sedang bermimpi. 

Tapi semua harus berakhir saat indah-indahnya ku rasa. 

Tetapi bagiku, ini perjalanan yang cukup panjang dan indah. Alasan mengapa aku hanya berkata 'iya' di sepanjang perjalanan bukan karena aku tak suka. Sungguh. Tetap karena aku masih tak mempercayai bahwa perjalanan ini nyata. 

Dan ketika hujan turun dengan rinainya yang deras, kau menanyakan bagaimana keadanku, seolah ini semua merupakan hal baru bagimu. Dan ya, itu memang hal baru bagimu. 

Aku masuk gerbang kedua, dari delapan. Dan kini, aku tahu kapan harus berhenti. Melihat apa yang akan kau lakukan ketika aku diam. Dan aku tahu jawabannya. 

Kau tidak mencariku. Kenyataan yang mengerikan. 

Dan kau menjauh dariku. Aku tahu kapan untuk berhenti. Aku tahu kapan untuk melihat bagaimana reaksimu dan berusaha menerimanya. 

Iya, terima kasih telah membuatku berjuang. Aku masih merindukanmu hingga sekarang. Tetapi aku tak tahu bagaimana aku akan bersikap jika kau datang kepadaku lagi. Karena tak mudah bagiku untuk melupakan sesuatu yang merupakan pertama kalinya dalam hidupku. 

Sesuatu yang baru kusadari saat dalam kesendirian adalah kamu tidak mempedulikan aku. Kamu tidak tahu bagaimana aku. Kamu tidak peduli sedang apakah diriku, sudah makankah atau belum, sedang merindumu atau tidak. Kamu tidak peduli. Tidak pernah. 

Kamu begitu ingin membuangku. 

Dan kamu memilih dia yang kamu tahu telah memiliki seseorang yang sangat ia cintai. Seseorang yang kamu tahu akan menyakitimu lebih dari siapa pun. Seseorang yang akan membuatmu merasakan sembilu. Bukankah kamu begitu bodoh? Begitu tolol? 

Dan aku tertawa. Menyadari betapa lebih bodoh dan tololnya aku karena menaruh harap di atas tanganmu yang mengharap tangannya. 

Aku tak tahu harus bagaimana. Melupakanmu? atau membencimu? atau menunggumu?. Aku bingung. 



Itu adalah petikan kisah sahabat yang sebenarnya berjudul Ucapan Terima Kasih Untuk Seseorang disertai smiley ^-^. Ia mengirimkannya melalui email kepadaku. Kami memiliki kisah yang tak jauh berbeda dalam satu konteks, dan sangat berbeda, dalam konteks yang lain. Namun, kami sama-sama dua orang yang mereguk indah sekaligus sakitnya cinta. Kini, kami harus memeluk erat semua kenangan itu. Menyenangkan, menyakitkan, semuanya. Kami harus merengkuh semua rasa sakit, tidak akan membenci, tidak akan mendendam. Karena inilah hidup kami. Bagian penting yang menjadi mozaik dalam hidup kami. Tanpanya, tak akan lengkap. Tak akan sempurna. 





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

About Me

Popular Posts

Designed ByBlogger Templates